Johnny Savage Photography

  • Home
  • Photography
  • Tips
  • Review
Home » Skill Fotografi
Tampilkan postingan dengan label Skill Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skill Fotografi. Tampilkan semua postingan

Mendalami Apa Itu Exposure dan Mode Exposure di Kamera

Dalam aspek fotografi, sering kita mendengar istilah exposure seperti under exposure dan over exposure. Sejamaknya apa sih exposure itu? Exposure ialah istilah dalam fotografi yang mengacu menjumpai sebanyak sorot yang jatuh ke medium Gambar hidup atau sensor gambar) yang akan mempengaruhi seberapa terang dan gelapnya foto yang dihasilkan oleh kamera.

Untuk membayar fotografer demi sistematika yang tepat, pemotret modern di lengkapi dengan alat yang bernama Lightmeter. Lightmeter dapat menaksir intensitas sorot yang masuk ke kamera sehingga didapatlah exposure yang bersahaja atau istilah yang lain correct exposure.

Cutel lama pembuat tustel menyematkan fitur Lightmeter pada produk mereka, alasannya karena memang tak mudah bagi bani adam untuk memahami seperti apa penataan yang pas untuk menerima penyorotan yang benar. Beruntunglah saat ini rampung ada teknologi digital yang mampu secara cepat angkat tangan citra gambar sebelum dan sekejap selesei pemotretan sehingga engkau bisa spontan ingat apakah pengaturan pemotret selesai benar atau belum.

Mendalami Apa Itu Exposure dan Mode Exposure di Kamera


Bagi pemula, kebanyakan pengambilan gambar dilakukan dengan mengandalkan eksposur otomatis yang disediakan Kodak biasa dinamakan Mode Auto. Sekalipun jika situ mendalami bagaimana mengontrol eksposur, engkau bisa untuk foto dengan eksposur yang benar dan kreatif.

Apa itu eksposur kreatif? Eksposur kreatif yaitu eksposur lumrah dengan meneruskan sila seni dan moral estetika pada satu buah foto, artinya satu buah foto tak kecuali perlu benar terang gelapnya, tapi pula dituntut mesti kreatif. Nah, untuk menolong foto dengan eksposur kreatif, pahami dulu apa itu eksposur.

Apa Itu Exposure dan Mode Exposure


Meraih eksposur yang benar sebagai menabung air hujan di dalam ember. Meski tingkat curah hujan yang datang tidak dapat dikendalikan, tapi ada 3 factor yang kaya di kendali Situ ialah :

  • Lebar penampang ember.
  • Saat peletakan ember di curah hujan.
  • Berapa banyak air hujan yang ingin kamu kumpulkan.

Kamu hanya perlu menentukan air yang ditampung tidak terlalu sebentar (kurang terang) atau jangan sampai terlalu banyak (terlalu terang). Kuncinya merupakan dengan mengkombinasikan retakan lebar penampang ember, waktu serta kuantitas untuk mendapatkan sebanyak jumlah air yang tepat.

Misal untuk meraih jumlah air yang tepat, anda bisa mengangkat kurang waktu namun menentukan penampang ember yang lebar, atau mengacu waktu yang lebih lama namun menguntukkan penampang ember yang lebih kecil. Dari bak di atas :

  • aperture adalah lebar penampang ember.
  • waktu yakni shutter speed.
  • kuantitas air adalah ISO.

dan hal yang tidak bisa engkau kendalikan merupakan curah hujan, sama seperti intensitas cahaya alami yang pastinya tidak bisa dikendalikan oleh fotografer.

Exposure Tidak Galib (Under Exposure dan Over Exposure)

Secara Keseluruhan exposure dipengaruhi oleh 7 hal, yaitu:

  • Varietas dan intensitas mata air cahaya.
  • Respon benda bagi cahaya.
  • Jarak pemotret dengan benda.
  • Shutter Speed.
  • Bukaan/Aperture/Diafragma.
  • Dosis ISO/ASA gambar hidup yang digunakan.
  • Penggunaan filter tertentu.

Tingkat exposure akan mempengaruhi tingkat kecerahan foto dengan cara Keseluruhan Tidak hanya itu, respon tiap benda pada satu buah karya fotografi akan berbeda, dengan pengolahan yang tepat, fotografer bisa membentuk emphasis yang dihasilkan. Ada 2 gaya exposure tidak Sederhana yaitu over exposure dan under exposure.

  1. Over exposure yaitu kelapangan foto di mana eksposur diambil lebih lama dari yang diinstruksikan oleh lightmeter, atau topik yang dibekuk lebih terang dari sebenarnya.
  2. Sementara under exposure adalah batas hidup Sekalipun bikinan foto terlalu gelap.

Meski sebetulnya tak ada tingkatan yang benar atau salah dalam pelantikan exposure, seumumnya tergantung tingkat emphasis dan produk foto yang diharapkan oleh fotografer. Dalam bukunya yang berjudul Understanding Exposure, Bryan Peterson mengasongkan ilustrasi tentang 3 set yang harus dipahami untuk mengusahakan exposure yang prasaja (correct exposure). Ke3 hal ini biasa dinamakan dengan segitiga eksposur (the triangle exposure). Setiap komponen ini berhubungan erat dengan Cahaya bagaimana sorot masuk dan berinteraksi dengan Alat potret Apa saja?

1. ISO/ASA atau film speed.

Selaku definisi, ISO yakni takaran tingkat sensifitas sensor kodak terhadap Sinar dikembangkan oleh ASA (American Liwa Association) dan ISO (International Standard Organitation).

Pada camera kita akan memantau ISO 100, ISO 200, ISO 400 dan seterusnya, ini merupakan nilai ISO dimaksud. Semakin tinggi ISO, semakin tinggi pula sensitifitas sensor/film bagi cahaya. ISO tinggi lazimnya diperlukan pada saat suasana penyorotan yang kurang atau Minim Karena intensitas sinar yang rendah, maka ISO perlu dinaikkan agak sensor menjadi lebih sensitif kepada Cahaya Namun ada efek dari penggunaan ISO yang tinggi, hasil foto menjadi noise atau berbintik.

2. Aperture

Aperture yakni bukaan lensa atau biasa disebut f-stop atau f-number. Aperture bisa diibaratkan seperti Ventilasi semakin besar jendela Di buka semakin banyak pula sinar yang masuk. Negeri pengumpulan sorot akan bertambah empat kali lipat pada setiap warga moral f-stop. Ada rumus untuk ini, tetapi situ tak butuh menghafalnya.

3. Shutter Speed

Shutter Speed yaitu rentang waktu/kecepatan rana yang dibutuhkan untuk demi bikinan foto dengan exposure normal. Tamsil kita mendengar “shutter speed foto ini yakni 1/30sec”, ini artinya kegesitan rana atau lamanya cahaya yang diijinkan masuk berkaitan sensor merupakan selagi 1/30 detik.

Mendalami Mode Exposure di Tustel Digital


Pada tustel digital, terselip penataan atau preset untuk kepada eksposure yang benar. Hampir semua camera digital memiliki salah satu dari Mode Exposure berikut :

  • Auto.
  • Program (P).
  • Aperture Priority (Av).
  • Shutter Priority (Tv).
  • Advis (M).
  • Bulb (B).

Masing-masing mode mempengaruhi bagaimana aperture, shutter speed dan ISO diatur untuk perlu eksposure yang tepat. Lebih tuturnya lihat diagram berikut :

  1. Auto (kotak hijau) » alat potret menyusun keseluruhan penataan sebagai otomatis.
  2. Program (P) » kodak menderetkan aperture dan shutter speed selaku Automatic Anda tengah bisa menggelar ISO dan sawab exposure. Pada beberapa Alat potret P pula berfungsi sebagai mode Av dan Tv.
  3. Aperture Priority (Av or A) » aperture dan ISO diatur selaku kaidah dan camera bakal menentukan shutter speed selaku otomatis.
  4. Shutter Priority Tv or S) » kebalikan dari Av, shutter speed dan ISO diatur dengan cara bukti dan kodak dapat mengadakan aperture dengan cara otomatis.
  5. Pendidik (M) » aperture, ISO dan shutter speed keseluruhannya diatur sebagai manual.
  6. Bulb (B) » ISO dan aperture diatur selaku Nasihat sementara lamanya shutter speed tergantung dari berapa lama tombol shutter, remote atau cable release dilepas. Mode ini pula menguntungkan untuk pengambilan exposure lebih dari 30 detik.

Terkecuali mode exposure di atas, kodak digital pun menyediakan beberapa preset tersila dari tujuan pemotretan. Mode yang paling umum adalah Landscape, Potrait, Sport dan Night.

Menggeluti Exposure Compensation


Exposure Compensation adalah fitur pada kodak untuk mengalihkan kreasi kira-kira exposure dengan menempatkan atau mengeataskan exposure meter. Feature ini biasa disimbolkan dengan EV +/-.
Kapan kudu menguntukkan feature ini? Exposure Compensation difungsikan pada saat membuat pemotretan namun desain yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang Diharapkan bilamana foto terlalu gelap atau terlalu terang sedangkan pengukuran exposure meter usai berada di tengah (correct exposure).

Foto terlalu gelap biasa tercipta pada saat melingsirkan tutul metering pada benda bercelup putih sumringah atau situasi backlight (ada sorot terang petitih matahari di belakang Benda padahal terlalu terang pada saat memberikan bintik metering pada benda berupa gelap. Jika diterima Demikian naikkan Exposure Compensation segede +1 EV atau sesuai keperluan agar foto legal lebih terang. Sebaliknya turunkan -1 EV atau sesuai keperluan agar keluaran foto menjadi lebih gelap dan bagi eksposur yang wajar.

Berikut tombol untuk merombak Exposure Compensation pada kamera digital. Exposure Compensation bukanlah elemen dari molekul penentu eksposur, feature ini melainkan memperbaiki ciptaan taksir auto exposure agar kreasi yang didapatkan sesuai keinginan.

  • Jika menerapkan Exposure Compensation positif (+), maka hasil anggaran auto exposure pemotret dapat lebih terang dari sebelumnya.
  • Jika menerapkan Exposure Compensation negatif (-), maka desain rumus auto exposure dapat lebih gelap dari sebelumnya.


Mencapai Eksposur Kreatif

Diawal mulanya saya sempat menyinggung berkenaan eksposur kreatif pada awal artikel, nah sesudah mengenal apa itu eksposur, sekarang saatnya menggeluti bagaimana cara mendapatkan eksposur yang kreatif.

Untuk mencarikan exposur yang benar (correct exposure), dibutuhkan sistematika ISO, Aperture serta Shutter Speed yang tepat. Alat potret dapat menyelenggarakan ini dengan anggaran yang betul dengan cara Otomatis tinggal atur saja ke pengaturan pemotret ke Mode Auto.

Apakah eksposur yang benar saja berakhir cukup? Tidak. Engkau hendaklah bisa menurunkan creative exposure atau eksposur kreatif, di sinilah kreativitasmu berperan.

  • Potraiture

Untuk memfilmkan potraiture, still life atau sejenisnya, kamu wajib bisa menyelesaikan benda agar faktor background menjadi bokeh (blur) maka benda utama lebih menonjol. Untuk bagi foto yang bokeh, maka f-number yang diperlukan ialah bukaan terbesar yang dimiliki lensa, sekiranya f/1.4.

Jika kondisi sinar cukup, tekan ISO hingga ke ISO 100 atau ISO 50 (pada fullframe) agar foto yang dihasilkan tidak noise. Perhatikan shutter speed..! Jika benda Berdiam diri usahakan kecekatan shutter tidak kurang dari 1/60s atau minimal 1 / Focal Length dari focal length (zoom) yang Dipakai tujuannya agar foto tidak shake (goyang).

Peribahasa focal length yang difungsikan 85mm, maka shutter speed minimal yakni 1/85s. Seluruh fotografer bahkan memajukan untuk memakai shutter speed minimal 1/2 x Focal Length, berarti 1/170s. Jika kecepatan minimal tidak didapat karena situasi sinar yang kurang, maka babak seterusnya adalah memperbanyak ISO. Naikkan ISO dari ISO 100 ke 400 dan seterusnya hingga menjumpai kelincahan minimal tadi.

Alasannya, daripada mencapai foto shake (goyang), lebih baik foto noise karena foto goyang tidak bisa dikoreksi dengan software editing sementara foto noise tengah bisa dikoreksi bahkan oleh kodak perorangan tanpa uluran tangan software.

  • Landscape

Foto landscape idealnya ialah foto yang tajam sebagai total (larger depth of field). Sesuai dengan penggambaran Diawal mulanya untuk menjelang foto yang tajam sebagai keseluruhan maka f-number yang digunakan merupakan angka paling besar di lensa, sekiranya f/22.

Semakin besar f-number, semakin kecil pula jendela yang tersibak maka sinar yang masuk semakin Kurang Hal ini menyulut semakin lamanya shutter speed yang dibutuhkan. Berdasarkan shutter speed masih wajar (1/FL), kodak bisa dipegang dengan cara handheld, jika shutter speed sangat rendah, wajib gunakan tripod.

Pada pemotretan landscape, usahakan menentukan ISO paling rendah apabila ISO 100 atau ISO 50 karena foto landscape sepantasnya cekak noise agar foto kasatmata sangat tajam.
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Julio
16.54

Memahami ISO, Aperture dan Shutter Speed ( Segitiga Expsure )

Dunia fotografi semakin memasyarakat dewasa ini, tak harus memakai DSLR, dengan smartphone juga kamu dapat menghasilkan potret yang bagus. Hal ini pastinya didukung dengan semakin baiknya kualitas kamera, aplikasi serta teknologi yang ditanamkan. Bahkan tak jarang smartphone low-end yang telah dibekali dengan penataan kamera secara manual.

Kondisi ini menciptakan pemakai smartphone mesti paham dengan yang namanya Aperture, ISO dan Shutter Speed supaya bisa memaksimalkan faedah dari kamera yang dimilikinya.

Oleh sebab itu, pada tulisan kali ini saya akan membicarakan tentang definisi Aperture, ISO dan Shutter Speed dalam dunia fotografi.

Pengertian Tentang ISO, Aperture dan Shutter Speed (Segitiga Exposure)


ISO, Aperture dan Shutter Speed biasa pun disebut dengan The Exposure Triangle atau dalam bahasa kita ditafsirkan sebagai segitiga eksposur.

  • Apa Shutter Speed Itu?

Shutter speed adalahukuran kecepatan buka tutup jendela sensor atau sekitar apa sensor menerima cahaya. Kecepatan shutter diukur dalam satuan second (detik), semakin cepat shutter speed semakin cepat pula sensor menerima cahaya, dan sebaliknya.

Contoh : Shutter speed 1/25s lebih lambat 5 kali dibanding 1/125s.

Apa itu Shutter Speed


Pada DSLR, kecepatan shutter dilaksanakan secara mekanis dengan membuka tutup cermin dan jendela shutter yang ada di depan sensor, sedangkan mirrorless, kecepatan shutter dilaksanakan secara elektrik hingga dapat menghasilkan kecepatan shutter yang paling tinggi, contohnya 1/8.000s sampai 1/16.000s.

Pengaruh Cepat Lambatnya Shutter Speed terhadap Gambar yang Dihasilkan
Kecepatan shutter akan dominan pada gambar yang dihasilkan. Gambar inilah ini menggunakan shutter speed yang lambat (long exposure) selama 6 detik sehingga menciptakan gerakan air menjadi lembut.

Sementara potret berikut memakai shutter speed yang paling cepat sehingga menciptakan air dan buah membeku.

  • Apakah Aperture?

Aperture atau bukaan lensa ialah ukuran seberapa besar atau kecil terbuka-nya iris/diafragma lensa yang diukur dengan f-number (wikipedia).

Yang menarik, semakin kecil angka f-stop yang tertera, semakin besar pula bukaannya, jadi tidak boleh sampai salah persepsi ya.. !

Semakin besar bukaan lensa (f-number semakin kecil), semakin tidak sedikit pula cahaya yang masuk. Alasannya sederhana, ibarat jendela, semakin lebar jendela dimulai maka semakin berlimpah cahaya yang masuk.

Contoh : Aperture f/1.4 mempunyai bukaan lensa yang lebih besar dikomparasikan f/1.8;

Pengaruh Aperture terhadap Gambar yang Dihasilkan Besar kecilnya bukaan lensa akan dominan pada hasil gambar yang didapatkan. Semakin besar bukaan lensa (f-number semakin kecil) akan memprovokasi 2 urusan berikut :

Foto yang didapatkan akan semakin terang sebab jumlah cahaya yang masuk semakin banyak. Depth of field / ruang tajam semakin sempit sampai-sampai background potret yang didapatkan lebih bokeh / blur, dan sebaliknya.

Untuk mendapatkan potret yang lebih bokeh, seringkali digunakan guna pemotretan insan / potraiture, pakai aperture terbesar (f-number terkecil) yang dipunyai oleh lensa, misal : f/1.2.

Untuk menemukan ruang tajam yang luas, seringkali pemotretan landscape, pakai bukaan terkecil lensa (f-number terbesar), misal : f/22.

Pengaruh Aperture terhadap Shutter Speed, Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, semakin besar bukaan lensa maka intensitas cahaya yang masuk bakal semakin banyak. Hal ini tentu berdampak pada Shutter Speed. sebab jumlah cahaya yang masuk semakin banyak, maka shutter speed yang anda dapatkan bakal semakin cepat.

  • Apa Itu ISO?

Secara pengertian ISO ialah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya. Bagi mendapatkan cerminan yang jelas tentang penataan ISO, jajaki bayangkan sekumpulan semut pekerja.

Sebuah ISO ialah sebuah semut pekerja, andai kamera ditata ke ISO 100, dengan kata lain kamu mempunyai 100 semut pekerja. dan Jika kamera ditata ke ISO 200, dengan kata lain kamu mempunyai 200 semut pekerja. Tugas masing-masing semut pekerja ialah memungut cahaya yang masuk melewati lensa dan bertugas menciptakan gambar.

Jika memakai 2 buah lensa yang masing-masing ditata pada aperture f/1.4, dengan penataan ISO kamera kesatu memakai ISO 200 sedangkan kamera kedua ISO 100, maka kamera siapakah yang sangat cepat menghasilkan gambar? Jelas kamera kesatu yang memakai ISO 200 kan?

Secara garis besar, Dengan penataan aperture yang tetap, mendongkrak ISO dari ISO 100 ke ISO 200 bakal mempersingkat masa-masa yang diperlukan untuk menghasilkan suatu gambar sampai 2 kali lebih cepat dari Shutter Speed 1/125 ke 1/250 detik. Menaikkan ISO, membuatmu dapat bekerja dengan situasi cahaya yang minim. Saat mendongkrak ISO ke 400, bakal memangkas waktu penciptaan gambar sampai separuhnya lagi yakni 1/500 detik. Setiap kali mempersingkat masa-masa exposure sejumlah separuh, dengan kata lain kamu mendongkrak eksposur sebesar 1 Stop. Kamu dapat mencoba definisi ini dalam permasalahan Aperture.

Cobalah atur Shutter Speed tidak jarang kali konstan pada 1/125 s (atau melewati mode Shutter Priority – S atau Tv) dan ubah-ubahlah penataan ISO dalam kelipatan 2, contoh dari 100 ke 200 ke 400 dan seterusnya, lihatlah evolusi besaran aperture kamu. Mengapa Perlu Menaikkan ISO? ISO perlu ditingkatkan pada situasi berikut. Kondisi minim cahaya:

  • Sudah memakai Aperture dengan bukaan terbesar;
  • Sudah menata Shutter Speed pada kecepatan sangat “wajar”.

tapi tidak juga dapat menghasilkan eksposur yang normal. Maka tahapan terakhir yang mesti dilakukan ialah menaikkan ISO. ISO pun harus ditingkatkan demi dalil seni, misalnya hendak mendapatkan foto mengharukan dengan noise.

Adakah Pengaruh Menaikkan Nilai ISO? Menaikkan ISO sering dilaksanakan fotografer ketika memotret dalam situasi kurang cahaya, tujuannya supaya tetap menemukan Shutter Speed yang “wajar” sehingga dapat meminimalisir hasil potret yang shake (goyang) atau blur.

Namun terdapat efek samping ketika ISO dinaikkan, kualitas gambar menjadi berkurang dan hadir noise atau bintik pada foto. Dengan terus berkembangnya teknologi, kamera-kamera high-end ketika ini telah menawarkan penambahan dalam me-render gambar dengan memakai ISO tinggi supaya hasil yang diperoleh tetap tampak baik.

Di samping itu, keterampilan rendering software guna menghilangkan noise juga semakin meningkat. Contohnya kamu dapat menggunakan Adobe Photoshop untuk meminimalisir noise.

Meski demikian, sangat-sangat dianjurkan untuk selalu memakai ISO serendah barangkali kecuali anda memang hendak mendapatkan potret noise dengan dalil kreatifitas seni.

Mendapatkan Eksposur secara Kreatif dan Benar


Exposure dalam dunia fotografi ialah banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pemungutan foto.

Untuk menemukan exposur yang benar (correct exposure), diperlukan pengaturan ISO, Aperture serta Shutter Speed yang tepat cocok kebutuhan. Kombinasi ISO, Aperture dan Shutter Speed ini biasa dinamakan sebagai segitiga exposur (The Triangle Exposure). Kombinasi ketiganya dipakai untuk menghasilkan gambar yang kreatif dengan eksposur yang benar.

Kamera dapat mengerjakan ini dengan perhitungan yang akurat secara otomatis, anda tinggal atur saja ke penataan Auto. Tapi tak lumayan hanya correct exposure, anda harus dapat membuat creative exposure atau eksposure kreatif. Di sinilah kreativitasmu berperan..

Untuk menemukan creative exposure, anda harus paham dulu apa tersebut ISO, Aperture serta Shutter Speed pada kamera, baca tulisan di atas.

Itulah kenapa fotografer landscape selalu membawa tripod kemanapun ia pergi. Demikian tulisan Memahami ISO, Aperture dan Shutter Speed. Semoga bermanfaat..!
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Julio
16.12

Cara Mengkoreksi White Balance Melalui Photoshop Camera RAW

Dengan membaca tulisan ini, anda akan mengetahui bagaimana teknik koreksi white balance dengan Adobe Photoshop Camera RAW. Salah satu deviden memotret dengan bentuk RAW ialah kita bisa mengkoreksi white balance pada potret dengan gampang dengan meminimalisir kehancuran terhadap kualitas potret tersebut.

Cara Mengkoreksi White Balance Melalui Photoshop Camera RAW


Dalam artikel saya kali ini, saya bakal coba menyatakan bagaimana teknik mengkoreksi white balance pada potret dengan memakai plugin dari Adobe Photoshop CS, yakni Adobe Camera RAW.

Cara Koreksi White Balance


  1. Langkah awal, jalankan Adobe Photoshop (disini saya memakai Adobe Photoshop CS 5.
  2. Setelah jendela Photoshop terbuka, klik menu File » Browse in Bridge atau klik toolbar Br.
  3. Setelah itu, akan tersingkap jendala Adobe Bridge, arahkan ke tempat tempat file bentuk RAW berada.
  4. kemudian dobel klik.

Setelah didobel klik, maka akan hadir tampilan Adobe Camera RAW laksana dibawah ini. Koreksi white balance di Adobe Camera RAW dapat dilakukan dengan 3 cara:

  • Dengan Preset Adobe Camera Raw

Pilih di antara sampai menghasilkan gambar yg real tanpa terdapat colour cast. Terkadang bekerja dengan baik tetapi terkadang tidak, tergantung dari potret yang sedang dikoreksi.

  • Dengan Temperature dan Tint

Bicara mengenai white balance, berarti bicara mengenai temperatur warna. Geser scroll temperatur dan tint hingga mendapatkan hasil potret yg real.

  • Dengan White Balance Tool

Menggunakan toolbar White Balance Tool (I) yang sedang di pojok kiri atas Adobe Camera Raw.

Cara menggunakannya paling mudah, silahkan klik saja dibagian potret yang anda anggap seharusnya netral. Biasanya bagian potret yang berwarna putih atau yang berwarna abu-abu (middle contrast).

Sangat gampang sekali. Warna kebiruan pada potret telah hilang tanpa merusak foto. Nah sekarang anda sudah tahu kan teknik mengkoreksi White Balance dengan Adobe Camera RAW dari Photoshop. Demikian Cara Koreksi White Balance dengan Photoshop Camera RAW. Semoga bermanfaat.
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Julio
15.47

20 Cara Komposisi Foto guna Meningkatkan Skill Fotografi

Dengan membaca tulisan ini, anda akan mengetahui teknik komposisi potret dalam dunia fotografi supaya kemampuanmu dalam dunia fotografi meningkat. Orang awam atau bukan photographer, pada ketika disuguhkan suatu foto, tentu tahu apakah potret tersebut bagus atau tidak, namun tidak tahu apa yang membuat potret tersebut menjadi bagus, mengapa potret itu tampak menarik, kesudahannya mereka tidak tahu bagaimana teknik membuat foto supaya terlihat bagus dan menarik.

Sementara seorang fotografer, tidak melulu dituntut untuk memahami sebuah potret bagus atau tidak, tapi pun harus tahu bagaimana teknik membuat foto supaya terlihat bagus dan menarik. Apa rahasianya?

20 Cara Komposisi Foto guna Meningkatkan Skill Fotografi


Agar sebuah potret terlihat bagus dan menarik, seorang fotografer mesti jeli dan kreatif dalam merealisasikan teknik komposisi ini. Itulah kenapa fotografer pemula lebih ditekankan guna belajar komposisi potret daripada kiat editing Photoshop yang njelimet dan buat pusing.

Itu hal belakangan Untuk menemukan komposisi potret yang menarik, tidak dapat didapatkan dengan meng-edit potret meski dengan aplikasi editing tercanggih ketika ini, anda harus dapatkan langsung dari kamera. Itulah kenapa muncul istilah Shoot it right from the start. Oleh sebab itu, pada tulisan kali ini saya bakal coba menjabarkan 20 kiat komposisi potret yang dapat kamu pelajari supaya hasil karyamu lebih kreatif dan menarik. Dengan tidak jarang berlatih dan mengasah khayalan serta kreatifitasmu, maka skill fotografi-mu bakal meningkat.

Apa Itu Komposisi Foto?


Komposisi adalahkesatuan yang harmonis dari elemen-elemen pendukung potret dengan menempatkan komposisi tepat pada tempatnya sampai-sampai pas dan enak guna dilihat. laksana halnya komposisi dalam bidang seni apapun ialah ibarat selera bakal makanan, seluruh kembali ke preferensi masing-masing.

Jadi sebetulnya tidak terdapat aturan baku dalam kiat komposisi di bidang fotografi. Bahkan Steve McCury mengatakan, guna mendapatkan sesuatu yang kreatif, aturan yang ada justeru harus dilanggar. Namun begitu, ada sejumlah panduan yang dapat kamu pelajari untuk membetulkan komposisi potret kamu supaya foto tampak lebih unik dan kreatif. Teknik komposisi potret telah dipakai dalam dunia seni barangkali sejak ribuan tahun yang lalu. Para pekerja seni ini tampaknya benar-benar dapat membantu kita menjangkau kompsisi yang lebih menarik.

Saya memakai foto-foto dari photographer hebat laksana Steve McCurry dan Barry O Carroll sebab mereka pun menggunakan kiat komposisi potret untuk menemukan karya-karya gemilangnya.

  • Komposisi Foto Rule of Third

Rule of Third adalahsalah satu komposisi potret paling fundamental dan mesti diketahui oleh fotografer. Dalam rule of third, fotografer lumayan membagi bidang potret menjadi 9 kotak yang sama besar dan menempatkan POI (point of interest) pada titik atau garis pada bidang yang terbagi menjadi 3 x 3 tersebut. Interesting point (IP) terdapat 4 titik, sedangkan Interesting Lines terdiri dari 2 garis horizontal dan 2 garis vertikal.

Prinsip ROT » dengan POI ditempatkan pada titik atau garis itu maka potret akan tampak lebih menarik dikomparasikan dengan titik/garis lainnya. Point of Interest yang ditaruh pada keempat titik atau garis di atas dapat berupa objek atau unsur mata dari objek foto. Banyak kamera digital ketika ini yang telah menyerahkan fitur rules of third (grid) ini, baik pada layar mode live view ataupun pada view finder-nya.

  • Komposisi Foto Golden Shape

Golden Shape ialah komposisi potret dengan membagi bidang potret baik bertepi garis nyata atau bertepi maya menjadi positif-negatif sampai-sampai tampak laksana adanya kontras antara kedua bidang itu sehingga menyusun satu kesatuan yang harmonis. Prinsip Golden Shape » dengan membagi bidang positif-negatif dengan pas dan sebanding maka potret akan terlihat terkomposisi dengan baik.

Pembagian bidang antara positif dan negatif terdapat yang memakai perbandingan 50 : 50 atau 30 : 50, tergantung selera. Namanya pun seni, tidak terdapat yang benar-benar pasti.

  • Komposisi Foto Simetris (Centred Composition)

Komposisi potret ini menempatkan objek dan membagi bidang potret sama rata kanan dan kiri sampai-sampai terlihat simetris.

  • Komposisi Foto Repetition dan Pattern

Secara naluriah, insan sangat tertarik dengan pattern atau pola yang harmonis. Inilah mengapa potret dengan komposisi berpola atau perulangan dapat menjadi suatu karya potret yang bagus. Sebuah pola (pattern) dan perulangan (repetition) dapat didapatkan dengan pemilihan angle potret yang tepat serta pemilihan jarak antara lensa dengan objek sedemikian rupa.

  • Komposisi Foto Perspektif

Perspektif ialah teknik pemungutan gambar dengan memanfaatkan efek jauh dekat yang didapatkan oleh lensa sehingga memunculkan suatu dimensi yang paling menawan.

Prinsip dalam komposisi Perspektif ialah memanfaatkan efek proporsi dan dimensi yang dimunculkan untuk memperkuat dan menunjukkan mata anda ke POI atau memperlihatkan perspektif yang berdiri sendiri sebagai format keindahan komposisi. Hal ini dapat kamu peroleh dengan penataan angle dan jarak yang tepat sehingga dapat mendapatkan potret yang berdimensi.

  • Komposisi Foto Frame in Frame

Dengan kiat frame in frame, anda sedang menciptakan sebuah komposisi potret dengan menunjukkan atau membimbing mata untuk menyimak apa yang terdapat didalam suatu “frame” dengan mengesampingkan apa yang terdapat di luar “frame”.

Frame disini bukanlah suatu frame potret dalam format fisik, tapi anda mencari objek yang dapat dijadikan “frame” baik berbentuk garis nyata ataupun maya. Carilah elemen laksana jendela, pintu, koridor, spion, pilar gedung, lengkungan atau objek apapun yang lazimnya berbentuk geometris tertutup guna membingkai POI.

  • Komposisi Foto Leading Lines

Salah satu komposisi potret yang sangat unik menurut keterangan dari saya ialah Leading Lines. Line atau garis dapat berbentuk maya atau nyata yang membimbing mata anda ke objek yang menjadi POI atau garis tersebut sendiri yang menjadi POI dalam foto. Cari objek laksana jalan, dinding, jembatan atau apapun yang dapat membentuk suatu garis maya dan menunjukkan mata ke objek sebetulnya (POI).

  • Komposisi Foto Negative Space

Komposisi Negative Space adalahsalah satu komposisi kreatif yang membiarkan tidak sedikit ruang kosong atau negative space pada foto. Ruang kosong disini dapat berupa langit, hamparan padang pasir yang luas, padang rumput atau apapun yang dapat memberikan “ruang kosong” pada foto. Dengan menyerahkan ruang kosong yang tepat, potret kamu dapat terlihat sangat unik dan kreatif.

  • Keseimbangan Elemen Foto

Komposisi dengan menyeimbangkan unsur pada potret adalahteknik yang sangat unik dan memerlukan kreatifitas lebih.

  • Komposisi Foto Golden Spiral atau Golden Ratio

Jika anda membuat suatu persegi panjang dengan proporsi 1 : 1.618, lantas mengirisnya menjadi persegi empat yang lebih kecil, maka didapat sebuah format spiral atau biasa dinamakan Golden Spiral. Bentuk spiral ini didapat dari perhitungan Fibonacci Number sampai-sampai dikenal pun dengan nama ‘Fibonacci Spiral’.

Bayangkan sebuah lokasi tinggal siput, laksana itulah komposisi Golden Spiral. Jarak ke pusat kian lama kian mengecil, namun dapat bergaris tidak nyata. Implementasinya dapat bermacam-macam, laksana tangga menurun, bunga dengan kelopak berputar, bahkan yang benar-benar maya laksana potret insan jika dikomparasikan dengan komposisi di sekelilingnya.

  • Change your Point of View

Idealnya, suatu foto seringkali diambil pada eye level atau sebagaimana mata memandang. Nah, guna mendapatkan hasil yang lebih kreatif, kamu dapat mengganti sudut tembakan dengan memotret dari ketinggian, atau menyanjung kamera (bird eye), pun sebaliknya, menurunkan kamera anda serendah-rendahnya (ant eye).

Inilah maksudnya Change your Point of View. Banyak fotografer Cityscape atau Wild Life misalnya, yang sengaja berbaring di lumpur guna mendapatkan potret yang unik dengan memilih low angle.

  • Komposisi Foto Refleksi

Refleksi pada foto dapat jadi sebagai unsur utama (point of interest) atau bisa dieksplorasi melulu sebagai pelengkap saja. Jika refleksi potret dijadikan unsur utama, mesti dapat memberikan sebuah potret yang bercerita meski melulu sebuah refleksi saja. Refleksi seringkali sangat akrab dengan photographer yang suka bakal keindahan abstrak atau minimalism dengan komposisi refleksi sebagai POI utama.

Benda yang bias dijadikan guna mendapatkan refleksi dapat bermacam-macam, misalnya genangan air, telaga yang tenang, sawah yang belum ditanam, sungai, kaca jendela, cermin, spion bahkan kacamata dan lainnya. Sementara yang dijadikan objek dapat berupa benda-benda, mahluk hidup, insan dan lainnya.

  • Komposisi Foto Separasi

Separasi adalahkomposisi potret dimana terjadi perbedaan yang paling kontras antara objek potret dengan background.

  • Komposisi Foto Motion Blur

Motion blur ialah elemen komposisi yang mengindikasikan adanya pergerakan objek baik background atau foreground bahkan dapat kedua-duanya. Beberapa fotografer terdapat yang “berusaha” menghindari terjadinya motion blur ini, namun tidak sedikit juga yang hendak mendapatkan potret dengan efek motion blur.

Dengan kiat ini, potret seolah-olah berkata bahwa objek disaksikan sedang bergerak ketika di foto. Kesan adanya pergerakan dalam foto dapat disebabkan oleh objek yang bergerak atau malah anda yang menggerakkan kamera.

  • Komposisi Foto Noise

Noise pada foto ialah munculnya bintik-bintik atau grain pada potret yang disebabkan dari ketidaksempurnaan kerja sensor kamera dampak kurangnya cahaya. Foto noise memang tidak jarang dihindari oleh semua fotografer dengan menurukan ISO dan memperbanyak aperture bahkan memakai software penghilang noise laksana NIK Software.

  • Komposisi Foto Penuhi Frame (Fill the Frame)

Sesuai namanya, penuhi frame potret dengan objek guna mendapatkan kiat komposisi ini. Mendekatlah ke objek dan ambil dari sudut tertentu guna mendapatkan potret yang kreatif dan menarik.

  • Komposisi Foto Tekstur (Texture)

Tektur adalahkomposisi potret yang memperlihatkan tekstur dari objek yang difoto. Dengan adanya tekstur maka rinci benda bakal lebih tampak lagipula jika ditolong dengan penyinaran yang baik. Contoh objek yang biasa dijadikan komposisi tekstur ialah bebatuan, aspal, guratan tulang pada daun, kayu, kulit, mata, kain dan masih tidak sedikit lagi.

  • Komposisi Warna (Color)

Komposisi warna atau color dapat mewakili emosi, suasana, mood dan pesan yang ingin dikatakan oleh fotografer. Foto hitam putih atau BW juga dapat dimasukkan dalam komposisi Color ini.

  • Rule of Odds (Penggangu)

Komposisi Rule of Odds ini agak menarik. Teori ini menuliskan bahwa sebuah potret akan tampak menarik andai ada sebuah objek yang aneh atau yang jadi “penggangu” pada foto. Dengan adanya elemen aneh yang mengganggu, maka menciptakan penikmat potret merasa “tidak yakin” mana yang mesti dijadikan pusat perhatian dari potret tersebut. Tapi tetap saja, elemen aneh ini mesti senatural barangkali dan enak di anggap mata.

  • Isolasi Objek (Depth of Field)

Komposisi mengisolasi objek dengan menciptakan bagian background menjadi blur seringkali digunakan guna memotret insan atau portaiture atau benda apapun yang bertujuan supaya penikmat potret hanya konsentrasi pada objek yang ditonjolkan.

Itulah 20 kiat komposisi yang dapat kamu terapkan supaya hasil potret kamu lebih kreatif dan menarik. Gimana, kini sudah ada cerminan kan?

Silahkan berkreasi supaya hasil potret kamu tampak bukan asal-asalan, tetapi pernah menelaah teori tentang kiat komposisi pada fotografi. Demikian tulisan 20 Teknik Komposisi Foto guna Meningkatkan Skill Fotografi. Semoga bermanfaat..!
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Julio
15.41
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Kategori

  • Fotografi
  • Photography
  • Review
  • Skill Fotografi

Recent Post

  • 14 tips fotografi jalanan untuk digunakan di kota dengan kamera Anda
    Fotografi jalanan tidak perlu menantang, lihat tips praktis kami untuk mengasah keterampilan fotografi jalanan Anda. Tepat di luar pintu dep...
  • Cara Mengkoreksi White Balance Melalui Photoshop Camera RAW
    Dengan membaca tulisan ini, anda akan mengetahui bagaimana teknik koreksi white balance dengan Adobe Photoshop Camera RAW. Salah satu devide...
  • Obat Bius Liquid Sex Cair
    satu diantara type obat bius asli Germany Sekali Minum Segera Pingsan. Obat ini sangatlah bermanfaat untuk pasangan suami-istri. Terutama un...
  • Viagra, Tentang Mitos dan Realita di Kalangan Masyarakat
    https://urlzs.com/ZpdX2 - Fakta dan fiksi, mitos dan kenyataan; mereka berjalan beriringan. Sejak Viagra menjadi berita utama sebagai pil a...

Arsip

  • 01/26 - 02/02 (7)
  • 10/29 - 11/05 (1)
  • 11/22 - 11/29 (2)

Trend

14 tips fotografi jalanan untuk digunakan di kota dengan kamera Anda

Fotografi jalanan tidak perlu menantang, lihat tips praktis kami untuk mengasah keterampilan fotografi jalanan Anda. Tepat di luar pintu dep...

  • Disclaimer
  • Terms
  • Cookies
  • Privacy Policy
  • Contact
Copyright 2013 Johnny Savage Photography - All Rights Reserved